Ad (728x90)

Friday, January 13, 2017

Logika Fuzzy (Algoritma Genetika)

LOGIKA FUZZY


Apa logika Fuzzy ? 
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering tidak dapat menentukan batas-batas suatu masalah secara jelas. Sebagai contoh, untuk menyatakan air itu panas atau dingin, amat bersifat relative. Logika fuzzy merupakan suatu cara yang tepat untuk memetakan suatu ruang input ke dalam ruang output. Dalam gambar 1, kotak hitam menyatakan proses yang dilakukan terhadap input supaya menghasilkan output. 


Pada tahun 1965, Zadeh memodifikasi teori himpunan dimana setiap anggotanya memiliki derajat keanggotaan kontinu antara 0 - 1, himpunan ini disebut himpunan samar (Fuzzy set). Sebagai contoh : himpunan temperatur yang akan mempengaruhi kondisi panas tidak bersifat diskrit dan dibatasi kondisi hangat.
Skema dasar dari fuzzy logic dapat dilihat pada Gambar 2.





Input fuzzy berupa bilangan crisp (tegas) yang dinyatakan dalam himpunan input. Fuzzifikasi merupakan proses untuk mengubah bilangan crisp menjadi nilai keanggotaan dalam himpunan fuzzy. Fuzzy inference system merupakan bagian pengambilan kesimpulan (reasoning) dan keputusan. Knowledge base berisi aturan-aturan yang biasanya dinyatakan dengan perintah IF …. THEN….
Defuzzification merupakan proses untuk merubah nilai output fuzzy menjadi nilai crisp

ALGORITMA GENETIKA

Algoritma Genetika adalah algoritma yang
memanfaatkan proses seleksi alamiah yang dikenal dengan proses evolusi.

Dalam proses evolusi, individu secara terus-menerus mengalami perubahan gen untuk menyesuaikan
dengan lingkungan hidupnya. “Hanya individu-individu
yang kuat yang mampu bertahan”.
Proses seleksi alamiah ini melibatkan perubahan gen
yang terjadi pada individu melalui proses perkembang- biakan. Dalam algoritma genetika ini, proses
perkembang-biakan ini menjadi proses dasar yang
menjadi perhatian utama, dengan dasar berpikir:
“Bagaimana mendapatkan keturunan yang lebih baik”.


Algoritma genetika ini ditemukan oleh John Holland dan dikembangkan oleh muridnya David Goldberg.

Definisi penting dalam algoritma genetika.
Genotype (Gen), sebuah nilai yang menyatakan satuan
dasar yang membentuk suatu arti tertentu dalam satu
kesatuan gen yang dinamakan kromosom. Dalam
algoritma genetika, gen ini bisa berupa nilai biner, float,
integer maupun karakter.
Allele, nilai dari gen.
Kromosom, gabungan gen-gen yang membentuk nilai tertentu.
Individu, menyatakan satu nilai atau keadaan yang menyatakan salah satu solusi yang mungkin dari permasalahan yang diangkat
Populasi, merupakan sekumpulan individu yang akan diproses bersama dalam satu siklus proses evolusi. 
Generasi, menyatakan satu-satuan siklus proses evolusi. Nilai Fitness, menyatakan seberapa baik nilai dari suatu individu atau solusi yang didapatkan.

Tugas

Monday, November 28, 2016

Pengertian Sinonim, Antonim, Homonim dan Kawanya

A. Sinonim
Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinomin bisa disebut juga dengan persamaan kata atau padanan kata.
Contoh Sinonim :
- binatang = fauna
- bohong = dusta
- haus = dahaga
- pakaian = baju
- bertemu = berjumpa

B. Antonim
Antonim adalah suatu kata yang artinya berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata.
Contoh Antonim :
- keras x lembek
- naik x turun
- kaya x miskin
- surga x neraka
- laki-laki x perempuan
- atas x bawah

C. Homonim
Homonim adalah suatu kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi lafal atau ejaan sama. Jika lafalnya sama disebut homograf, namun jika yang sama adalah ejaannya maka disebut homofon.
Contoh Homograf :
- Amplop
+ Untuk mengirim surat untuk bapak presiden kita harus menggunakan amplop (amplop = amplop surat biasa)
+ Agar bisa diterima menjadi pns ia memberi amplop kepada para pejabat (amplop = sogokan atau uang pelicin)
- Bisa
+ Bu kadir bisa memainkan gitar dengan kakinya (bisa = mampu)
+ Bisa ular itu ditampung ke dalam bejana untuk diteliti (bisa = racun)
Contoh Homofon :
- Masa dengan Massa
+ Guci itu adalah peninggalan masa kerajaan kutai (masa = waktu)
+ Kasus tabrakan yang menghebohkan itu dimuat di media massa (massa = masyarakat umum)

D. Homofon
Homofon adalah kata pengucapanya sama dengan kata lainya, tetapi memiliki makna berbeda.

-bank dengan bang
Bang Jarwo sedang naik motor.
Adit menabung di Bank Syariah Mandiri.

-Sanksi dengan Sangsi
Ia tidak mau menerima sanksi atas perbuatanya.
Ia masih sangsi dengan kemampuanya.

-Massa dengan Masa
Polisi kewalahan menghadang massa yang berdemo.
Konon pada masa lampau ada dinosaurus.

-Tank dengan tang
Para TNI berlatih menggunakan tank.
Rudi menjepit paku itu dengan menggunakan tang.

E. Homograf
Homograf adalah kata-kata yang memiliki ejaan sama, tetapi pelafalan dan maknanya berbeda.

-apel
Toni suka makan buah apel.
Para guru sedang melakukan apel.

-Tahu
Ia ridak tahu akan masalah itu.
Siti sedang makan tahu.

-Mental
Bola itu mental ke arah Budi.
Pembangunan mental bansa juga penting untuk kemajuan negara.

F.Hipernim
Hipernim adalah kata-kata yang mewakili banyak kata lain. Kata hipernim dapat menjadi kata umum dari penyebutan kata-kata lainnya. Sedangkan hiponim adalah kata-kata yang terwakili artinya oleh kata hipernim. Umumnya kata-kata hipernim adalah suatu kategori dan hiponim merupakan anggota dari kata hipernim.

Contoh :
Hipernim : Hantu. Hiponim : Pocong, kantong wewe, sundel bolong, kuntilanak, pastur buntung, tuyul, genderuwo, suster ngesot, dan lain-lain.
Hipernim : Ikan. Hiponim : Lumba-lumba, tenggiri, hiu, betok, mujaer, sepat, cere, gapih singapur, teri, sarden, pari, mas, nila, dan sebagainya.
Hipernim : Odol. Hiponim : Pepsodent, ciptadent, siwak f, kodomo, smile up, close up, maxam, formula, sensodyne, dll.
Hipernim : Kue. Hiponim : Bolu, apem, nastar nenas, biskuit, bika ambon, serabi, tete, cucur, lapis, bolu kukus, bronis, sus, dsb
Tugas

Contoh - contoh Pola Kalimat dengan S P O K

Contoh Pola Kalimat

Berikut ini adalah contoh – contoh kalimat berdasrakan delapan pola dasar yang sering muncul dalam kehidupan sehari – hari. Pola – pola inilah yang nantinya akan berkembang menjadi pola – pola kalimat modifikasi lainnya.

1. S - P

Kalimat yang memiliki unsur S P adalah kalimat yang paling sederhana. Kalimat ini memiliki unsur subjek dan predikat.

Contoh :

Aku berlari
S         P

Contoh Kalimat:

Adik menangis
Shinta belajar
Ayah bekerja

2. S - P - O

Kalimat ini memiliki unsur – unsur subjek, predikat, dan objek. Susunan unsur – unssur di atas dapat berubah.

Contoh :

Ibu memasak daging ayam.
S            P                  O

Contoh Kalimat S P O:

Adik mengambil buku.
Doni memukul kucing.
Shinta menanam bunga.

3. S - P - Pel

Kalimat yang memiliki pola ini mengandung unsur – unsur subjek, predikat dan pelengkap.

Contoh:

Shinta duduk yang paling belakang
S              P                   Pel

Contoh Kalimat S P Pel:

Adik tiba yang paling pertama.
Sonia memilih yang paling bagus.
Dika membuang yang sudah tidak diperlukan lagi.

4. S - P - Pel - K

Kalimat ini tersusun atas unsur – unsur subjek, pelengkap, dan keterangan.

Contoh :

Adik memakan yang bergizi dengan sangat cepat.
S             P                       Pel                      K

Contoh Kalimat S P Pel K:

Rudi belajar yang akan diujikan besok.
Shinta memilih yang paling bagus dengan teliti.
Tuti tiba yang paling terakhir dengan sangat lambat.

5. S - P - O - Pel

Kalimat ini disusun oleh unsur – unsur subjek, predikat, objek, dan pelengkap.

Contoh :

Shinta membuang buku yang sudah tidak terpakai.
S                  P                O                   Pel

Contoh Kalimat S P O Pel:

Ibu memasak daging ayam yang ada di dalam lemari es.
Ayah membaca koran yang sudah terbit lama.
Shinta memakai baju yang berwarna merah.

6. S - P - O - K

Kalimat ini memiliki unsur – unsur subjek, predikat, objek, dan keterangan.

Contoh:

Dini membaca majalah dengan sangat serius.
S              P                O                   K
Contoh Kalimat S P O K:

Harimau menerkam mangsanya dengan sangat ganasa.
Ayah membakar sampah hingga habis.
Pak guru mengajari kami materi dengan sangat sabar.

7. S - P - K

Kalimat ini tersusun atas unsur – unsur subjek, predikat, dan keterangan.

Contoh:

Aku belajar dengan sangat giat.
S             P                     K

Contoh Kalimat S P K:

Mereka pulang dengan hati yang gembira ria.
Agi tidur dengan lelap.
Shinta makan dengan cepat.

8. S - P - O - Pel - K

Kalimat ini memiliki semua unsur – unsur yang ada.

Contoh:

Budi mengendarai motor yang berwarna hijau dengan sangat kencang.
S                 P                 O                     Pel                                    K

Contoh Kalimat S P O Pel K:

Dimas mengejar seorang wanita yang dicintai sejak lama.
Ayah membaca berita yang sedang hangat di teras rumah.
Budi menegrjakan PR yang diberikan oleh buk guru di rumah Shinta.

Tugas

 

We are featured contributor on entrepreneurship for many trusted business sites:

  • Keep in Touch

    Copyright © 2016 . Bloggertain™